Liverpool Siapkan Mandat Kepelatihan untuk Andoni Iraola Gantikan Arne Slot

Smallest Font
Largest Font

Raksasa Inggris, Liverpool, dikabarkan bakal segera memberikan mandat kepelatihan baru kepada juru taktik asal Spanyol, Andoni Iraola. Langkah ini diambil manajemen klub untuk mengisi kekosongan posisi setelah mendepak manajer sebelumnya, seperti dilansir dari Bola. Andoni Iraola yang kini berusia 43 tahun dinilai sebagai figur yang tepat untuk menakhodai tim.

Kehadirannya diproyeksikan sebagai pengganti Arne Slot yang dimakzulkan dari kursi kepelatihan pada 30 Mei 2026 lalu. Keputusan pemecatan Arne Slot merupakan buntut dari performa Liverpool sepanjang musim 2025/2026 yang dinilai jauh dari ekspektasi. The Reds tidak hanya gagal mempertahankan mahkota juara Premier League, tetapi juga terdepak dari kompetisi bergengsi Liga Champions.

Padahal, manajemen Liverpool telah menggelontorkan dana besar mencapai €308,68 juta atau berkisar Rp5,6 triliun untuk mendatangkan barisan pemain anyar pada bursa transfer musim panas 2025. Namun, investasi besar tersebut belum mampu menghadirkan prestasi yang diharapkan.

Di sisi lain, rekam jejak Andoni Iraola justru menunjukkan performa yang sangat impresif. Di bawah arahannya, Bournemouth yang awalnya tidak diunggulkan di awal musim berhasil menyudahi kompetisi dengan finis di peringkat keenam klasemen akhir kasta tertinggi Liga Inggris. Prestasi gemilang tersebut sekaligus membawa tim berjuluk The Cherries itu mengamankan tiket untuk berlaga di kompetisi Liga Europa musim depan. Iraola sendiri terhitung sebagai muka baru di Premier League setelah mendarat di Bournemouth pada 2023 dan bertahan selama tiga tahun.

Jika kesepakatan antara Iraola dan Liverpool resmi terwujud, beban berat dipastikan bakal berada di pundak pria bernama lengkap Andoni Iraola Sagarna ini. Ia tidak hanya dituntut untuk membawa tim memburu titel domestik Premier League, melainkan juga harus mampu berbicara banyak di kancah Liga Champions. Peningkatan performa dan lompatan karier kepelatihan menuju klub besar seperti yang berpotensi dialami Iraola bukan hal baru di sepak bola Eropa. Terdapat sejumlah nama juru taktik kenamaan dunia yang mencatatkan kisah serupa setelah tampil impresif di klub sebelumnya.

Dikutip dari Planetfootball, berikut lima pelatih yang sukses meningkatkan kinerja dan mendapat kesempatan memimpin klub raksasa setelah membuktikan kapasitas mereka di tim semenjana.

Mauricio Pochettino (Southampton ke Tottenham)

Perpindahan manajer dari tim papan tengah ke klub dengan tuntutan tinggi sering kali berakhir dengan kegagalan. Namun, Mauricio Pochettino menjadi salah satu contoh sukses di Premier League saat mengambil alih kepemimpinan di Tottenham Hotspur setelah meninggalkan Southampton.

Saat direkrut pada 2014, Tottenham belum menjadi kekuatan raksasa seperti sekarang. Melalui kerja keras, Pochettino berhasil membawa Spurs finis di peringkat kedua Premier League, menembus partai final Liga Champions, serta mengungguli Arsenal di klasemen selama enam musim berturut-turut.

Luis Enrique (Celta Vigo ke Barcelona)

Reputasi besar sebagai mantan pemain elite sangat membantu Luis Enrique saat merambah dunia manajerial. Kemampuannya mengelola ego para pemain bintang terbukti ampuh ketika dirinya dipercaya menangani Barcelona.

Sebelum merapat ke Camp Nou setelah masa kepemimpinan Tata Martino yang tanpa trofi, Enrique hanya menangani Celta Vigo dan membawa tim Galicia tersebut finis di peringkat kesembilan pada musim 2013/2014. Di luar dugaan banyak pihak, ia kemudian bertransformasi menjadi pelatih dunia dengan raihan tiga gelar juara Liga Champions.

Antonio Conte (Siena ke Juventus)

Juventus sempat mengalami periode sulit pasca-skandal Calciopoli dan hanya mampu finis di peringkat ketujuh secara beruntun di bawah arahan beberapa manajer. Momentum kebangkitan Si Nyonya Tua baru tercipta setelah mantan gelandang legendaris mereka, Antonio Conte, kembali.

Conte mengasah kemampuan manajerialnya dengan membawa tim kecil seperti Bari dan Siena promosi dari Serie B. Begitu mengambil alih Juventus, ia langsung mengubah segalanya dan memulai dominasi bersejarah sembilan gelar Scudetto berturut-turut, sebelum akhirnya melanjutkan kesuksesan bersama Chelsea, Inter, dan Napoli.

Jurgen Klopp (Mainz ke Borussia Dortmund)

Borussia Dortmund sempat terpuruk di posisi ke-13 klasemen saat mengakhiri kerja sama dengan Thomas Doll pada 2008. Manajemen klub kemudian menjatuhkan pilihan kepada Jurgen Klopp yang baru saja meninggalkan Mainz setelah gagal membawa tim tersebut kembali promosi ke Bundesliga.

Keputusan tersebut terbukti brilian karena Klopp memiliki catatan kepelatihan yang apik bersama Mainz meski dengan anggaran terendah. Di Dortmund, ia meracik skuad muda menjadi kekuatan menakutkan yang sukses memenangkan trofi Piala Super Jerman, dua gelar Bundesliga, dan menembus final Liga Champions.

Brendan Rodgers (Swansea ke Liverpool)

Penunjukan Brendan Rodgers oleh manajemen Liverpool sempat dipandang sebelah mata oleh sebagian pihak, terlebih dengan bagaimana akhir masa jabatannya yang mengecewakan. Namun, ia berhasil mengubah Liverpool dari tim papan tengah yang kerap menjadi bahan selorohan menjadi penantang gelar juara.

Keberhasilan Rodgers mendapatkan pekerjaan di Stadion Anfield dinilai sangat pantas pada masanya. Hal ini tidak terlepas dari performa taktis serta kerja bagus yang ia tunjukkan sebelumnya saat menukangi Swansea City.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed