Maarten Paes Antar Ajax Amsterdam Lolos ke Europa Conference League
Penjaga gawang Ajax Amsterdam, Maarten Paes, menjadi pahlawan bagi klubnya dalam partai final playoff perebutan tiket Europa Conference League. Seperti dikutip dari Bola, kiper Timnas Indonesia itu memiliki kontribusi besar dalam memastikan Ajax menembus kompetisi antarklub Eropa untuk musim 2026/2027.
Kemenangan dramatis diraih Ajax atas Utrecht melalui babak adu penalti yang berakhir dengan skor 4-3 (1-1). Pertandingan krusial ini berlangsung di Kras Stadion, Volendam, pada Minggu (24/5/2026) malam WIB.
Maarten Paes tampil sebagai penentu kemenangan lewat aksi memukaunya di bawah mistar gawang. Penjaga gawang berusia 27 tahun tersebut berhasil mementahkan dua tendangan dari eksekutor penalti Utrecht.
Hasil positif ini memastikan langkah Ajax untuk mengamankan tiket berlaga di Europa Conference League, yang merupakan kompetisi kasta ketiga antarklub di benua Eropa untuk musim depan.
Dalam pertandingan penentu ini, Maarten Paes dipercaya menjadi pilar utama Ajax sejak menit awal. Ajax sempat memimpin jalannya pertandingan berkat gol dari Davy Klaassen, sebelum akhirnya disamakan oleh pemain Utrecht, Gjivai Zechiël.
Kedudukan imbang 1-1 terus bertahan hingga waktu normal dan dua kali 15 menit babak perpanjangan waktu selesai. Kondisi tersebut membuat penentu pemenang pertandingan harus dilanjutkan melalui drama adu penalti.
Pada babak penentuan tersebut, empat penendang dari pihak Ajax berhasil menunaikan tugasnya dengan sempurna. Di sisi lain, Maarten Paes sukses membendung sepakan dua eksekutor Utrecht, yaitu Sébastien Haller dan Souffian El Karouani.
"Itu adalah sore yang luar biasa. Adu penalti selalu menyenangkan jika Anda bisa menyelesaikannya dengan kemenangan, dan untungnya saya berhasil menyelamatkan dua penalti," tutur Maarten Paes kepada ESPN Nederland.
Modal Pengalaman Hadapi Striker Lawan
Salah satu momen krusial Maarten Paes dalam drama tersebut adalah saat menggagalkan tendangan striker berpengalaman Utrecht, Sébastien Haller. Ketenangan menjadi kunci utama sang kiper dalam membaca arah bola dari mantan pemain West Ham dan Borussia Dortmund itu.
"Haller adalah pengambil penalti yang bagus. Saya mencoba mengatakan beberapa hal kepadanya. Saya tahu dia selalu melakukan semacam gerakan berhenti, jadi jika Anda melakukan gerakan pura-pura, dia melihat ke bawah dan menembak. Itulah yang saya coba lakukan," ungkap Paes.
"Dia gagal satu kali di Dortmund. Dia juga pernah gagal satu kali untuk kami melawan AZ, ketika saya berada di Utrecht," kenang Paes.
Ketangguhan Maarten Paes kembali teruji saat menghadapi eksekutor terakhir Utrecht, Souffian El Karouani. Penyelamatan keduanya memastikan keunggulan 4-3 bagi Ajax di babak tos-tosan.
"El Karouani sering mengambil tendangan bebasnya dengan kaki tumpuannya, dan kami mengharapkan dia melakukannya lagi kali ini," beber Paes.
Menurut sang penjaga gawang, skuad Ajax memang sangat bertumpu pada babak adu penalti untuk meraih kemenangan. Langkah ini diambil karena terbatasnya waktu di babak tambahan, meskipun Ajax sejatinya mendominasi jalannya laga.
"Jika Anda unggul di babak tambahan waktu, Anda berharap untuk menjaga gawang tetap bersih. Pada titik tertentu, itu mulai mengarah ke adu penalti. Kemudian kami mengubahnya menjadi perayaan. Fantastis, terlepas dari musim yang sulit, para fans memberi kami dukungan," kata Maarten Paes.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow