PSSI Ungkap Naufal Adya Fairuski Perlu Proses Menuju Piala Dunia
Wasit muda Indonesia Naufal Adya Fairuski dinilai membutuhkan proses panjang selama tiga hingga lima tahun untuk membuka peluang memimpin laga Piala Dunia. Penilaian tersebut disampaikan oleh Ketua Komite Wasit PSSI, Yoshimi Ogawa, di Jakarta Selatan pada Kamis (3/9/2026).
Sebagaimana dilansir dari Bola, pengadil lapangan berusia 26 tahun tersebut telah menyandang status AFC Elite. Status baru ini menjadi modal awal bagi Naufal untuk memperoleh penugasan dalam laga resmi tingkat internasional di bawah naungan AFC maupun FIFA.
Naufal mencatatkan rekor kepemimpinan sebanyak 68 laga dengan koleksi 227 kartu kuning, enam kartu kuning-merah, sembilan kartu merah, serta 27 penalti berdasarkan data statistik Transfermarkt. Rekam jejaknya didominasi oleh penampilan di BRI Super League sebanyak 43 pertandingan.
Selain tampil di kasta tertinggi liga domestik, Naufal mengantongi pengalaman memimpin 11 laga Championship hingga musim lalu. Kariernya di level internasional mencakup tugas di laga uji coba, Piala AFF U-17, Piala AFF U-19, Piala AFF U-23, Piala Presiden, serta Kualifikasi Piala Asia U-17.
Ogawa menekankan bahwa status lisensi yang diraih Naufal baru tahap permulaan sebelum memasuki tingkatan kompetisi antarklub maupun negara yang lebih tinggi.
"Sebenarnya, langkah demi langkah. Dia baru menjadi wasit AFC Elite, yang berarti dia bisa memimpin pertandingan resmi AFC atau FIFA terlebih dahulu," ujar Ogawa.
Menurut Ogawa, Naufal harus membuktikan kapasitasnya secara bertahap di ajang kawasan sebelum berkesempatan menembus level tertinggi seperti AFC Champions League Elite.
"Ada beberapa tingkatan turnamen. Tingkatan tertingginya adalah ACL Elite. Setelah dia mulai memimpin pertandingan di ACL Elite dan menunjukkan performa yang baik, barulah dia menjadi kandidat untuk Piala Dunia," kata Ogawa.
Tahapan bertingkat ini membuat peluang bertugas di panggung dunia memerlukan konsistensi performa dalam kurun waktu beberapa tahun ke depan.
"Artinya, dia masih membutuhkan waktu tiga, empat, bahkan lima tahun lagi. Sebab, pertama-tama dia harus memimpin pertandingan di level terendah AFC," tutur Ogawa.
Progres kepemimpinan di setiap laga awal akan menjadi tolok ukur utama sebelum Naufal dipromosikan ke jenjang turnamen yang lebih berat.
"Kemudian, dia harus menunjukkan performa yang bagus sebelum naik ke level berikutnya, lalu level berikutnya lagi, dan seterusnya. Karena itu, kita harus memberikan dukungan bukan hanya kepada Naufal, tetapi juga membantu perkembangan mereka ke depannya," jelas Ogawa.
PSSI tetap memberikan perhatian penuh pada karier wasit muda tersebut karena rekam jejaknya yang dinilai menjanjikan bagi masa depan perwasitan nasional.
"Ya, sebenarnya dia memiliki masa depan yang sangat bagus. Dia memiliki potensi yang sangat besar," imbuh Ogawa.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow