PB Akuatik Indonesia Turunkan Enam Perenang di Jimbaran Bali

Smallest Font
Largest Font

Sebanyak enam atlet dari PB Akuatik Indonesia bersiap memulai kompetisi dalam Kejuaraan Renang Internasional 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 di Pantai Jimbaran, Bali, pada Sabtu (12/6/2026). Dilansir dari Bola, ajang bergengsi tingkat Asia ini diikuti oleh total 78 perenang yang berasal dari 18 negara.

Perwakilan tuan rumah terdiri dari I Gusti Ayu Made Nadya Saraswati yang berkompetisi di nomor 10K putri. Sementara itu, Andy Fauzan dan Alexander Adrian bertanding di nomor 10K putra, sedangkan kategori 5K diisi oleh tiga wakil yaitu Akbar, Sang Arka, dan Ibnu Dwi Faiva.

Mengenai partisipasi ini, pihak federasi menegaskan fokus utama bukan pada raihan podium melainkan peningkatan kualitas atlet. Evaluasi besar dari SEA Games 2025 di Bangkok menunjukkan bahwa tim perairan terbuka belum mampu menyumbangkan medali dari total 11 medali yang diperoleh tim renang Indonesia.

"Prestasi open water kita memang masih perlu ditingkatkan. Kejuaraan seperti ini menjadi pemicu agar atlet Indonesia terbiasa dengan atmosfer pertandingan besar dan mempercepat regenerasi," jelas Harlin E. Raharjo, Ketua Harian PB Akuatik Indonesia.

Pihak asosiasi juga memanfaatkan momentum ini untuk menjaring talenta baru melalui ajang pendukung A.Stream Open Water Swimming Series Bali 2026 yang diikuti 300 peserta. Langkah tersebut diharapkan memperkuat posisi Bali sebagai pusat pengembangan olahraga perairan terbuka untuk wilayah Indonesia Timur.

"Potensi atlet open water ada di seluruh Indonesia. Bali salah satu contohnya. Bali memiliki bakat yang besar dan bisa menjadi model pengembangan open water swimming, khususnya untuk Indonesia bagian timur," ungkap Harlin E. Raharjo.

Program kompetisi lokal tersebut dijadwalkan akan terus berlanjut ke wilayah Belitung dan Lombok. Kejuaraan Asia kali ini sekaligus menjadi wadah krusial karena nomor perairan terbuka tidak masuk dalam daftar perlombaan di Asian Games 2026 Aichi - Nagoya.

"Melalui A.Stream, kami ingin membuat kendaraan untuk mempromosikan open water swimming, mencari bibit unggul, sekaligus mendukung sport tourism Indonesia," tambah Harlin E. Raharjo.

Ketiadaan nomor tersebut di Asian Games menjadikan kompetisi di Bali sebagai panggung utama bagi para perenang terbaik tingkat regional untuk menjaga performa internasional mereka.

"Mereka membutuhkan ajang untuk bertanding. Asian Games tidak mempertandingkan nomor ini, maka banyak atlet terbaik Asia datang ke sini," kata Harlin E. Raharjo.

Tantangan fisik di lokasi perlombaan diakui cukup berat oleh para peserta yang bertanding. Kondisi cuaca di Bali dilaporkan mendung dan diguyur hujan sejak hari Jumat sebelum kompetisi dimulai.

"Kebetulan cuaca cukup mendukung meskipun ombak lumayan besar. Bertanding rumah sendiri juga punya pengalaman tersendiri untuk saya dan jelas termotivasi," terang I Gusti Ayu Made Nadya Saraswati, Atlet Renang Indonesia.

Pengalaman minim medali pada kejuaraan Asia Tenggara sebelumnya menjadi pelecut semangat tersendiri bagi perenang nasional untuk tampil maksimal.

"Untuk target, pastinya harus lebih baik dibandingkan saat SEA Games kemarin. Waktu itu saya tidak bisa mempersembahkan medali untuk Indonesia," tutup I Gusti Ayu Made Nadya Saraswati.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed