Asia Aquatics Puji Potensi Renang Perairan Terbuka Indonesia di Bali

Smallest Font
Largest Font

Executive Director Asia Aquatics Farid Fattahian menilai Indonesia memiliki potensi besar menjadi kekuatan baru olahraga akuatik di Asia, khususnya pada cabang renang perairan terbuka, saat memantau ajang 12th Asian Open Water Swimming Championship (AOWSC) 2026 di Pantai Jimbaran, Bali, pada Jumat (14/6/2026).

Dilansir dari Bola, perkembangan positif ini terlihat dari performa para atlet nasional di berbagai ajang internasional dalam beberapa tahun terakhir, termasuk saat berkompetisi di Islamic Solidarity Games 2025 di Riyadh dan Asian Youth Games.

Farid Fattahian mengapresiasi pencapaian tersebut yang menunjukkan peningkatan kualitas atlet renang Indonesia di kancah regional.

"Saya melihat hasil yang sangat baik dari perenang Indonesia pada Islamic Games. Begitu pula di Asian Youth Games, mereka mencatatkan hasil yang membanggakan," ujar Farid Fattahian, Executive Director Asia Aquatics.

Menurutnya, pembinaan atlet yang berjalan secara bertahap ini akan membawa dampak positif bagi prestasi Indonesia di masa mendatang, terutama pada kejuaraan multi-cabang yang lebih besar.

"Saya percaya perkembangan atlet renang Indonesia terus meningkat dan melangkah maju secara bertahap. Mungkin pada Asian Games mendatang, kita akan melihat kejutan dari Indonesia," kata Farid Fattahian.

Selain performa atlet, Farid juga memuji kesiapan dan kualitas Indonesia dalam menyelenggarakan kejuaraan internasional di Bali.

"Kami berterima kasih kepada pemerintah daerah, Kementerian Olahraga Indonesia, PB Akuatik Indonesia, dan semua pihak yang terlibat. Kami mendukung Indonesia untuk menghadirkan kompetisi yang aman dan berkualitas," ujar Farid Fattahian.

Ia menambahkan bahwa kesuksesan penyelenggaraan kegiatan olahraga air berskala internasional ini turut memberikan kontribusi nyata bagi sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat lokal di Bali.

"Hotel-hotel penuh terisi. Event seperti ini mendatangkan lebih banyak orang dan perputaran ekonomi ke Bali. Manfaatnya kembali kepada masyarakat melalui kunjungan wisatawan, keluarga atlet, dan ofisial," kata Farid Fattahian.

Keberhasilan Indonesia dalam mengelola turnamen ini dinilai membuktikan kesiapan negara untuk membidik peluang menjadi tuan rumah ajang olahraga yang jauh lebih besar.

"Saya masih ingat Asian Games 2018. Setelah melihat kesuksesan itu, saya percaya Indonesia memiliki potensi besar untuk menggelar event yang lebih besar lagi, bahkan Olimpiade. Dengan destinasi seperti Bali, Indonesia juga berpotensi menjadi tuan rumah Asian Beach Games," ungkap Farid Fattahian.

Standard tinggi yang ditunjukkan di Bali pun menginspirasi negara-negara Asia lainnya untuk bersaing memperebutkan hak penyelenggaraan turnamen serupa pada periode berikutnya.

"Setelah melihat bagaimana kompetisi ini diselenggarakan dengan sangat baik di Bali, banyak negara menjadi tertarik menjadi tuan rumah pada tahun berikutnya," tutur Farid Fattahian.

Sementara itu, minat tinggi juga terlihat dari tingginya jumlah pendaftar lokal dan asing pada ajang pendamping, A.Stream Open Water Swimming Bali Series 2026.

"Kalau dari beberapa yang sudah terdaftar dan kemudian dari beberapa email yang masuk dan ingin menyatakan ingin ikut, saya perkirakan bisa di atas 500 peserta, kalau memang kita buka terus," terang Kiki Taher, Ketua Pelaksana 12th AOWSC dan A.Stream Open Water Swimming Bali Series 2026.

Meski peminat membeludak, PB Akuatik Indonesia membatasi kuota peserta hanya untuk 300 orang, dengan 20 persen di antaranya merupakan perenang mancanegara. Seri lanjutan kejuaraan renang perairan terbuka ini dijadwalkan akan bergeser ke Kepulauan Bangka Belitung.

"Kita punya series ketiga yang akan bersamaan dengan kejurnas. Rencananya, akan kita lakukan di Belitung sebelum Oktober,” kata Kiki Taher.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed