Dominasi China di AOWSC 2026 Pantai Jimbaran Gagalkan Medali Indonesia

Smallest Font
Largest Font
Table of Contents
[ Show ]

Ajang 12th Asian Open Water Swimming Championship 2026 (AOWSC) resmi berakhir di Pantai Jimbaran, kawasan Inter Continental Bali Resort. Seperti dikutip dari Bola, kompetisi olahraga renang perairan terbuka ini merampungkan seluruh rangkaian perlombaan pada Senin (15/6/2026).

Persaingan sengit terjadi pada hari terakhir yang mempertandingkan nomor 10K putra dan putri. Kontingen China tampil sangat dominan dengan menyapu bersih podium juara, sementara atlet perenang Indonesia belum berhasil menyumbangkan medali.

Selain dominasi China yang kuat, perenang Vietnam konsisten mengamankan podium sepanjang kejuaraan. Sementara itu, tim Hong Kong berhasil merangsek naik ke jajaran atas pada hari penutupan kompetisi.

Pada nomor 10K putra, atlet Indonesia Andi Fauzan Permatani harus puas menyudahi perlombaan di peringkat ke-22. Ia membukukan catatan waktu resmi 02:13:49,3.

Nasib kurang beruntung dialami Izzy Dwifaiva Hefrisyanthi yang turun pada nomor 10K putri. Perenang andalan Indonesia tersebut dilaporkan tidak mampu menyelesaikan perlombaan hingga garis finish (DNF).

Podium pertama nomor 10K putra berhasil direbut oleh perenang asal China, Lan Tianchen, dengan catatan waktu 01:53:21,1. Posisi kedua juga ditempati wakil Negeri Tirai Bambu, Zhang Jinhou, yang menorehkan waktu 01:53:29,9.

Peringkat ketiga nomor 10K putra ditempati oleh atlet asal Vietnam, Huy Hoang Nguyen. Ia menyentuh garis finish dengan catatan waktu ketat 01:53:30,2.

Keunggulan tim China berlanjut pada kategori 10K putri melalui keberhasilan Wu Shutong meraih peringkat pertama dengan waktu 02:06:43,2. Rekan satu timnya, Chen Yijing, menyusul di posisi kedua dengan raihan waktu yang sama yaitu 02:06:43,2.

Tempat ketiga nomor 10K putri diraih oleh wakil Hong Kong, Pac Tung Nikita Lam, yang finish dengan catatan waktu 02:07:35,9. Pencapaian ini menjadi satu-satunya podium bagi Hong Kong sekaligus menyamai perolehan Korea Selatan di ajang 12th AOWSC 2026.

Selepas berkompetisi, Pac Tung Nikita Lam menyatakan kepuasannya atas hasil maksimal yang diraih di tengah ketatnya dominasi atlet China. Ia mengungkapkan bahwa tantangan terbesar pada nomor 10K ini adalah faktor alam yang dinamis.

“berbeda dari dua hari sebelumnya, ombak sekarang cukup besar. Jadi arusnya cukup kuat juga,” jelas Nikita.

“Bali saya, turnamen ini benar-benar sangat kompetitif dan hasil yang saya dapat sudah maksimal,” tegasnya.

Atlet asal Hong Kong tersebut juga mengutarakan kegembiraannya karena berkesempatan mengikuti kompetisi di Pulau Dewata.

“Bukan hanya berkompetisi disini, tetapi saya bisa menikmati waktu sejenak sembari berlibur. Pemandangan disini juga bagus, nyaman ada di Bali,” bebenya singkat.

Evaluasi Pembinaan Atlet Akuatik Indonesia

Hasil kejuaraan ini menjadi catatan penting bagi manajemen tim nasional. Pelatih sekaligus Manajer Timnas Renang Indonesia, Donny Budiarto, menyoroti pentingnya peningkatan program pembinaan oleh PB Akuatik Indonesia khusus untuk nomor perairan terbuka.

Langkah strategis telah dilakukan dengan menggelar 12th AOWSC 2026 secara bersamaan dengan A.Stream Open Water Swimming Bali Series 2026. Kolaborasi kejuaraan ini bertujuan menjaring bibit-bibit atlet baru potensial di sektor perairan terbuka.

Regenerasi atlet menjadi hal mendesak mengingat perenang andalan Indonesia, Aflah Fadlan Prawira, sudah tidak lagi bertanding. Tim pelatih kini memfokuskan program kerja pada pengembangan performa para perenang muda potensial tanah air.

“Di kejuaraan tahun ini, saya pikir bisa menjadi pengalaman berharga buat mereka,” tegas Donny.

“Misalnya bisa mengembangkan strategi perlombaan karena harus berjuang juga melawan arus yang cukup besar terutama di nomor 10K. Belum angin kencang yang bisa menyulitkan. Membaca navigasi juga perlu agar mereka bisa mencapai rambu-rambu yang sudah ditentukan,” ungkapnya.

Donny optimistis bahwa Indonesia sebenarnya menyimpan potensi besar pada disiplin olahraga renang perairan terbuka. Evaluasi dari hasil kompetisi di Bali ini akan langsung digunakan untuk menentukan komposisi tim nasional berikutnya.

Para perenang terpilih dijadwalkan mewakili Indonesia pada ajang 4th Southeast Asian Open Water Swimming Championships 2026. Kompetisi Asia Tenggara tersebut akan berlangsung di Boracay New Coast, Yapak, Filipina pada 21-23 Agustus mendatang.

Ajang regional di Filipina mendatang tidak hanya memainkan nomor 10K dan 5K, melainkan juga melombakan kategori jarak pendek yaitu nomor 3K dan 2K.

“Nanti akan dilihat siapa perenang yang akan turun di Filipina. Sebenarnya Indonesia itu memiliki potensi yang cukup untuk Open Water Swimming. Disinilah kami mencoba untuk melakukan pengembangan,” tutupnya.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow