Pemkab Boalemo Gandeng BIB Lembang untuk Genjot Sektor Peternakan
Pemerintah Kabupaten Boalemo tengah mempersiapkan langkah strategis guna mempercepat pengembangan sektor peternakan lokal.
Langkah ini ditempuh dengan menggandeng Balai Inseminasi Buatan (BIB) Lembang, sebuah lembaga di bawah Kementerian Pertanian yang menjadi pusat teknologi reproduksi ternak.
Kerja sama tersebut diresmikan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Teknis Bidang Peternakan, seperti dilansir dari Ulanda.
Bupati Boalemo, Drs. H. Rum Pagau, memimpin langsung kunjungan kerja tersebut bersama Ketua DPRD, Wakil Ketua DPRD, serta Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Boalemo.
Kolaborasi ini difokuskan pada peningkatan produktivitas peternakan melalui penerapan teknologi modern, penguatan kapasitas sumber daya manusia, serta peningkatan mutu genetik ternak.
Bagi Rum Pagau, sektor peternakan memegang peranan krusial dalam menggerakkan roda perekonomian masyarakat di pedesaan.
"Kami berkomitmen mengembangkan sektor peternakan sebagai penggerak ekonomi masyarakat. Melalui kerja sama ini, kami berharap kesejahteraan peternak dan masyarakat Boalemo dapat terus meningkat," kata Rum Pagau.
Melalui kemitraan ini, Boalemo akan mendapatkan dukungan berupa penyediaan semen beku unggul, pelatihan teknis bagi para petugas, serta penguatan sarana prasarana penunjang.
Penerapan teknologi reproduksi dinilai menjadi kunci utama untuk mendongkrak populasi sapi potong sekaligus menghasilkan bibit yang berkualitas tinggi.
Langkah taktis ini juga sejalan dengan agenda pemerintah pusat dalam memperkokoh ketahanan pangan dan menyukseskan program swasembada daging nasional.
Pihak BIB Lembang menyambut positif komitmen tinggi yang ditunjukkan oleh jajaran Pemerintah Kabupaten Boalemo.
Kepala BIB Lembang menyatakan bahwa kolaborasi ini membuka ruang akselerasi pembangunan peternakan yang berbasis pada inovasi teknologi.
"BIB Lembang siap mendukung percepatan peningkatan populasi dan mutu genetik ternak melalui penyediaan semen beku unggul, peningkatan kapasitas SDM, dan pendampingan teknis," ujarnya.
Optimisme pengembangan sektor ini didukung oleh catatan kinerja program reproduksi di Boalemo yang menunjukkan tren positif.
Berdasarkan data pada tahun 2025, tercatat sebanyak 1.298 ekor ternak di Kabupaten Boalemo telah mengikuti program inseminasi buatan.
Dari total jumlah tersebut, sebanyak 1.103 ekor ternak di antaranya telah dinyatakan bunting oleh petugas medis hewan.
Tingkat keberhasilan yang tinggi ini menjadi indikator bahwa para peternak lokal semakin terbuka terhadap pemanfaatan teknologi modern.
Pemerintah daerah berharap kolaborasi ini dapat mengoptimalkan kompetensi para inseminator serta memberikan pendampingan yang berkelanjutan langsung di lapangan.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow