Pemkab Kediri Kebut Pembangunan Atap Gelora Daha Jayati
Kabupaten Kediri tengah mempercepat pembangunan fasilitas olahraga baru yang representatif di lokasi strategis. Fasilitas tersebut nantinya diproyeksikan menjadi markas pendamping bagi Persik Kediri di samping Stadion Brawijaya.
Infrastruktur yang dinamakan Gelora Daha Jayati (GDJ) ini berdiri di Desa Bulusari, Kecamatan Tarokan, Kabupaten Kediri. Lokasi kompleks olahraga tersebut dinilai sangat strategis karena berada dekat dengan kawasan Bandara Daha.
Proses pengerjaan fisik bangunan kini telah memasuki fase ketiga, seperti dilansir dari Bola. Fase ini menitikberatkan pengerjaan pada sektor atap bangunan utama serta pengembangan kawasan sekitar.
Bupati Kediri, Hanindhito Himawan Pramana, menjelaskan bahwa pengerjaan tahap ketiga ini dianggarkan berjalan selama 180 hari. Agenda konstruksi tersebut dijadwalkan berlangsung sejak 3 Juni hingga 29 November 2026.
Selain pemasangan atap, otoritas setempat juga mulai membangun jalan akses khusus untuk memfasilitasi pergerakan suporter. Langkah ini diambil untuk memastikan kenyamanan penonton saat sirkulasi masuk dan keluar area.
"Bobot pekerjaan terbesar tahap ini, 70 persen pada pekerjaan pemasangan atap. Pemasangan atap kami selesaikan di tahun 2026," ujar bupati yang akrab disapa "Mas Dhito" itu.
Proyek infrastruktur ini dirancang melalui skema multiyears yang telah berjalan sejak 2023 dan ditargetkan selesai sepenuhnya pada 2027. Meski masih berproses, Persik Kediri diuntungkan karena tetap bisa menggunakan area tersebut untuk latihan rutin.
Pemerintah daerah memproyeksikan struktur utama bangunan sudah bisa difungsikan secara terbatas pada 2027 mendatang. Untuk pengerjaan tahap keempat sendiri akan mencakup lampu stadion, penataan kawasan, dan pemasangan 10.000 kursi penonton.
Dinas terkait direncanakan bakal melakukan koordinasi intensif dengan PSSI selaku otoritas tertinggi sepak bola nasional. Langkah ini bertujuan agar stadion berkapasitas 15.000 orang tersebut bisa mengantongi izin penggunaan sementara.
"Kami akan konsultasi dengan PSSI. Kira-kira standar minimalnya apa dulu untuk 2026 karena 2027 pembangunan terus dilanjutkan,” ucap Hanindhito.
Putra Gubernur DKI, Pramono Anung, ini sempat menjelaskan kepada Bola.com pembangunan GDJ tak bisa disamakan dengan Stadion JIS.
"Kita ada di kabupaten. Jadi, dana APBD Pemkab Kediri tak sebesar DKI Jakarta. Stadion GDJ harus dibangun dengan skema multiyears karena kita harus atur APBD untuk sektor-sektor prioritas lainnya. Tapi, saya tegaskan Stadion GDJ tidak akan mandek atau menjadi proyek mangkrak," jelasnya.
Komitmen Kontraktor dan Fungsi Non-Olahraga
Mengingat pengerjaan fisik masih memerlukan waktu panjang, kepala daerah mengingatkan pihak rekanan untuk bekerja sesuai nota kesepakatan. Pengawasan ketat akan terus dilakukan guna memastikan kualitas material dan ketepatan waktu.
"Saya berharap apa yang sudah dituangkan dalam kontrak dapat dipertanggungjawabkan, saya minta masing-masing memahami tugasnya. Saya minta komitmennya dan saya akan awasi karena ini betul-betul ditunggu masyarakat," kata Hanindhito.
Kompleks olahraga yang menyerap anggaran senilai Rp57 miliar ini dipastikan tidak hanya difungsikan untuk pertandingan sepak bola. Pemerintah daerah merancang area ini dengan konsep multifungsi.
Konsep integrasi yang diusung oleh pengelola meliputi sektor olahraga, bisnis, serta hiburan. Skema ini diterapkan agar pengelolaan aset daerah pasca-pembangunan bisa berjalan lebih optimal dan produktif.
"Because apa pun step by step yang kami lakukan, kami konsultasikan segala sesuatunya supaya tidak ada catatan maladministrasi," ujar Hanindhito.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow