Rakhmatiyah Deu Tegaskan Pokja Desa Sehat Jadi Ujung Tombak Gerakan Stop BABS

Smallest Font
Largest Font

Beranda Parlemen DPRD Kab.Bone bolango Rakhmatiyah Deu Tegaskan Pokja Desa Sehat Jadi Ujung Tombak Gerakan Stop BABS

Ulanda.id – Persoalan kesehatan masyarakat di desa, menurut Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, tidak akan pernah selesai jika hanya mengandalkan program pemerintah. Perubahan justru harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan masyarakat desa itu sendiri.

Karena itu, ia menaruh harapan besar kepada Pokja Desa Sehat agar tidak sekadar menjadi kepanjangan tangan pemerintah dalam menjalankan program-program kesehatan, tetapi tampil sebagai penggerak perubahan perilaku masyarakat.

Bagi Rakhmatiyah, tantangan terbesar saat ini bukan lagi soal banyaknya program yang diluncurkan pemerintah. Yang jauh lebih penting adalah bagaimana masyarakat benar-benar memahami pentingnya menjaga kesehatan, menerapkan pola hidup bersih, dan menciptakan lingkungan yang sehat secara mandiri.

“Pokja Desa Sehat diharapkan menjadi penggerak yang mampu mengajak masyarakat bersama-sama membangun budaya hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung berbagai program kesehatan di desa,” kata Rakhmatiyah.

Menurut dia, keberhasilan sebuah desa sehat tidak bisa diukur hanya dari banyaknya kegiatan yang dilaksanakan. Indikator utamanya adalah perubahan perilaku masyarakat yang berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan.

LKPJ Bupati Bone Bolango 2025 Resmi Diterima DPRD, Soroti Kinerja dan Arah Kebijakan Daerah

Karena itu, peran Pokja Desa Sehat harus lebih luas dibanding sekadar membantu pemerintah melaksanakan agenda kesehatan. Organisasi tersebut, kata dia, harus mampu hadir di tengah masyarakat sebagai sumber edukasi yang dipercaya warga.

Ia menilai pendekatan yang paling efektif bukan sekadar memberikan instruksi, tetapi membangun kesadaran masyarakat melalui komunikasi yang intensif dan edukasi yang berkesinambungan. Dengan cara itu, masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, melainkan ikut mengambil bagian dalam menciptakan lingkungan yang sehat.

Rakhmatiyah juga menyoroti pentingnya membangun kolaborasi yang kuat mulai dari tingkat kabupaten hingga desa. Menurutnya, seluruh unsur yang tergabung dalam Forum Kabupaten/Kota Sehat harus berjalan dalam satu arah bersama pemerintah daerah maupun pemerintah desa.

“Harus ada sinergi antara Forum Kabupaten/Kota Sehat sampai ke tingkat desa. Semua harus bersinergi dengan pemerintah hingga level pemerintahan desa sehingga seluruh program kesehatan berjalan seirama dan memberikan dampak nyata kepada masyarakat,” ujarnya.

Ia mengatakan, sinergi tersebut menjadi fondasi penting agar berbagai program kesehatan tidak berhenti pada tataran perencanaan atau kegiatan seremonial. Sebaliknya, program harus mampu menyentuh persoalan-persoalan yang masih menjadi tantangan di desa.

Faisal Yunus: Kunjungan Perdana Kajati Gorontalo Jadi Momentum Sinergi DPRD dan Kejaksaan

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian serius adalah masih adanya praktik buang air besar sembarangan (BABS). Menurut Rakhmatiyah, perilaku tersebut tidak hanya berdampak terhadap kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi pintu masuk berbagai penyakit yang mengancam kesehatan masyarakat.

Karena itu, ia meminta Pokja Desa Sehat lebih aktif melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menghentikan kebiasaan tersebut.

“Pokja Desa Sehat harus mampu mensosialisasikan kepada masyarakat desa untuk stop buang air besar sembarangan. Ini menjadi bagian penting dalam membangun budaya hidup sehat di desa,” katanya.

Selain persoalan sanitasi, Rakhmatiyah juga menilai pengelolaan sampah rumah tangga masih membutuhkan perhatian serius. Menurut dia, banyak persoalan lingkungan muncul bukan karena kurangnya fasilitas, tetapi karena rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari rumah.

Ia berharap edukasi mengenai pemilahan dan pengolahan sampah dapat menjadi bagian dari agenda rutin Pokja Desa Sehat.

“Masyarakat juga harus diberikan pemahaman mengenai bagaimana mengolah sampah mulai dari tingkat rumah tangga. Kalau ini menjadi kebiasaan, lingkungan desa akan jauh lebih bersih dan masyarakat pun akan hidup lebih sehat,” ujarnya.

Menurut Rakhmatiyah, perubahan besar selalu diawali dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama-sama. Karena itu, ia meyakini keberhasilan program desa sehat tidak hanya bergantung pada pemerintah, melainkan juga pada keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga lingkungan tempat tinggalnya.

Ia berharap keberadaan Pokja Desa Sehat benar-benar menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat. Dengan komunikasi yang kuat, edukasi yang terus dilakukan, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan, desa-desa di Bone Bolango diharapkan mampu membangun budaya hidup bersih, meningkatkan kualitas sanitasi, mengurangi persoalan sampah, sekaligus memperkuat derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan.

Bagi Rakhmatiyah, membangun desa sehat bukan sekadar mengejar penghargaan atau memenuhi indikator administratif. Yang jauh lebih penting adalah menghadirkan perubahan nyata yang dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari lingkungan rumah yang bersih hingga kebiasaan hidup sehat yang tumbuh menjadi budaya bersama.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed