Skor AnTuTu Xiaomi 14 Tergusur Flagship Generasi Baru 2026

Smallest Font
Largest Font

Ekspektasi tinggi selalu mengiringi performa Xiaomi 14 dalam pengujian AnTuTu, tetapi realita di pertengahan tahun 2026 ini menunjukkan peta persaingan yang sudah jauh bergeser. Sebagai reviewer yang memantau pergerakan hardware secara ketat, saya melihat perangkat ini tidak lagi perkasa di puncak klasemen platform pengujian sintetis tersebut.

Perangkat ini harus rela digusur oleh deretan flagship generasi terbaru yang mengusung arsitektur chipset jauh lebih modern. Dinamika industri bergerak begitu cepat.

Melihat data terbaru dari ranking AnTuTu Benchmark yang diperbarui pada Mei 2026, dominasi mutlak kini dipegang oleh perangkat berkekuatan chipset Snapdragon 8 Elite Gen 5. Saya mencatat posisi teratas saat ini ditempati oleh Red Magic 11 Pro yang sukses menembus total skor mengerikan di angka 3.964.036.

Tidak tanggung-tanggung, performa GPU pada perangkat gaming tersebut sendiri sudah menyentuh angka 1.449.043. Angka yang luar biasa masif.

Di bawahnya, menyusul OPPO Find X9 Ultra dengan total skor 3.876.104, serta HONOR WIN yang mengamankan posisi ketiga lewat raihan skor 3.764.432. Kehadiran gawai kelas atas seperti iQOO 15, Poco F8 Ultra, hingga OnePlus 15 makin menenggelamkan posisi gawai lama dalam hierarki performa murni.

Bahkan, sesama saudara satu payung produksinya, yaitu Xiaomi 17 Ultra, kini kokoh bertengger di peringkat ketujuh dengan total skor AnTuTu mencapai 3.607.590. Kenyataan ini membuktikan bahwa arsitektur hardware lawas yang tertanam pada perangkat rilisan dua tahun lalu sudah kedaluwarsa untuk standar kompetisi teratas saat ini.

Berikut adalah tabel data komparasi peringkat sembilan besar performa teratas versi AnTuTu Benchmark yang dirilis secara resmi baru-baru ini:

Peringkat Performa Flagship Teratas Versi AnTuTu Benchmark Mei 2026
PeringkatNama Perangkat & Spesifikasi RAM/ROMSkor CPUSkor GPUTotal Skor AnTuTu
1Red Magic 11 Pro S-8 Elite Gen 5 (16+512)1.156.6561.449.0433.964.036
2OPPO Find X9 Ultra S-8 Elite Gen 5 (12+512)1.101.6851.416.2493.876.104
3HONOR WIN S-8 Elite Gen 5 (12+256)1.089.3741.440.0173.764.432
4iQOO 15 S-8 Elite Gen 5 (16+512)1.057.3771.390.6753.726.374
5Poco F8 Ultra S-8 Elite Gen 5 (16+512)1.054.5221.341.1193.646.063
6OnePlus 15 S-8 Elite Gen 5 (16+512)1.080.2101.340.1903.636.163
7Xiaomi 17 Ultra S-8 Elite Gen 5 (16+512)1.036.7991.338.9403.607.590
8Galaxy S26 Ultra S-8 Elite Gen 5 OC (12+512)1.058.7391.367.1993.548.336
9OPPO Find X9 Pro M-9500 (16+512)988.1511.235.6693.311.174

Melihat tabel di atas, posisi kesembilan yang dihuni OPPO Find X9 Pro saja sudah menyentuh angka 3,3 juta poin berkat sokongan chipset M-9500. Jelas sekali bahwa standar performa ponsel premium telah melompat terlampau jauh.

Mengapa Skor Xiaomi 14 Tertinggal Jauh Sekarang?

Alasan mendasar di balik anjloknya posisi perangkat ini di papan peringkat tentu saja bersumber dari faktor penuaan fabrikasi komponen internalnya. Menurut saya, kendati performanya masih tergolong sangat responsif untuk kebutuhan harian, kesenjangan arsitektur silikon antara chipset lawas miliknya dengan Snapdragon 8 Elite Gen 5 yang dipakai Galaxy S26 Ultra sudah tidak bisa dikompromi lagi.

Uji benchmark sintetis seperti AnTuTu selalu mengeksploitasi batas maksimal kemampuan komputasi mentah komponen, sehingga perbedaan arsitektur antar-generasi akan langsung terlihat sangat kontras lewat angka-angka matematis.

Aspek pemrosesan grafis atau GPU menjadi sektor yang paling menderita jika kita bandingkan head-to-head. GPU milik Xiaomi 14 tidak akan mampu mengejar efisiensi daya serta clock speed masif yang ditawarkan oleh lini pemuncak seperti Red Magic 11 Pro.

Selain itu, manajemen termal pada bodi ringkas gawai ini juga menjadi faktor pembatas yang krulial saat dipaksa berlari kencang dalam waktu lama. Dimensinya yang mungil membuat pembuangan panas menjadi lebih menantang daripada ponsel gaming berukuran bongsor.

Berikut adalah visualisasi pengujian performa nyata di lapangan yang sempat terekam dalam berbagai pengujian intensif:

Tes Performa Xiaomi 14 CPU Throttling Stress Test AnTuTu dan GeekBench | Techniqued

Melalui pengujian berulang tersebut, terlihat jelas bagaimana kestabilan performa gawai ini saat menghadapi beban kerja tinggi dari aplikasi benchmark.

Kelemahan Nyata yang Mulai Terasa di Tahun 2026

Sebagai reviewer yang dituntut kritis, saya harus membeberkan beberapa kelemahan nyata yang membuat posisi gawai ini makin terdesak di pasaran saat ini:

  • Suhu Bodi Cepat Meningkat: Dimensi ringkas berakibat pada keterbatasan ruang untuk sistem pendingin liquid yang masif, sehingga thermal throttling lebih cepat aktif saat mengolah beban kerja berat.
  • Kapasitas Baterai Standar: Di tengah tren kapasitas baterai monster yang diusung lini flagship masa kini, kapasitas daya gawai ini terasa makin pas-pasan untuk mendukung skenario komputasi intensif seharian penuh.
  • Skor UX yang Mulai Kalah Saing: Skor User Experience (UX) pada pengujian AnTuTu tertinggal karena optimalisasi refresh rate dan responsivitas sistem operasi pada kernel baru lebih memprioritaskan arsitektur silikon paling mutakhir.

Semua catatan minus ini merupakan konsekuensi logis dari sebuah produk yang telah melewati siklus rilis beberapa musim.

Potensi yang Masih Tersisa untuk Penggunaan Harian

Meskipun angka di atas kertas tampak mengenaskan saat disandingkan dengan iQOO 15 atau gawai modern lainnya, bukan berarti perangkat ini mendadak menjadi tidak layak pakai. Dari spesifikasinya, menurut saya kemampuan pemrosesan gambar berkat kolaborasi optik premium yang diusungnya masih sangat mumpuni untuk kebutuhan kreasi konten harian.

Sistem antarmuka yang tertanam juga masih mendapatkan pembaruan berkala guna menjaga stabilitas operasionalnya. Menilai sebuah smartphone hanya dari tingginya angka benchmark sintetis tentu merupakan langkah yang kurang bijaksana bagi pengguna kasual.

Realita Industri dan Pandangan Objektif

Data spesifikasi dan harga pasar untuk wilayah India yang tercatat per 14 Juni 2026 menunjukkan bahwa gawai ini telah mengalami penyesuaian nilai yang cukup signifikan di pasar global. Penurunan nilai ini justru bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen yang tidak terlalu peduli dengan gengsi angka benchmark teratas.

Bagi konsumen yang mencari perangkat dengan form factor ringkas namun memiliki kapabilitas kamera papan atas, perangkat ini masih menyimpan taji yang cukup tajam. Kita harus bisa memisahkan antara kebutuhan performa ekstrem untuk gaming kompetitif dengan kenyamanan operasional sebuah daily driver.

Industri smartphone global akan terus melahirkan chipset baru yang memecahkan rekor skor benchmark dari waktu ke waktu tanpa pernah berhenti. Menjadikan angka AnTuTu sebagai satu-satunya tolok ukur absolut hanya akan membuat konsumen terjebak dalam siklus konsumerisme yang tidak ada habisnya.

Keputusan akhir untuk meminang atau mempertahankan perangkat ini kembali lagi pada prioritas kebutuhan komputasi masing-masing individu secara personal. Performa komputasi mentah di atas kertas tidak akan pernah bisa menggantikan kenyamanan genggaman bodi ringkas yang ergonomis.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed