SMSI Bantah Agenda Pengukuhan Jaga Desa Terkait Aksi Demonstrasi
Serikat Media Siber Indonesia membantah keterlibatan organisasi dalam aksi massa di Jakarta pada Kamis, 27 Agustus 2026, bersamaan dengan agenda pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa di Hall Gedung Dewan Pers, dilansir dari Ulanda.
Pengukuhan tersebut melibatkan lima pengurus provinsi, yakni Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, Sumatera Selatan, dan Bengkulu. Agenda ini melanjutkan program konsolidasi SMSI yang sebelumnya telah dimulai dari Bali pada awal Juli, lalu berlanjut ke Lampung, Banten, serta Kepulauan Riau.
Ketua Umum SMSI Firdaus memastikan pengukuhan lima pengurus provinsi itu digelar serentak. Namun, pelaksanaan yang bertepatan dengan demonstrasi nasional di kawasan parlemen memicu spekulasi publik, termasuk munculnya isu narasi kerusuhan di media sosial.
Sekretaris Jenderal SMSI Makali Kumar menegaskan bahwa kesamaan tanggal penyesuaian jadwal tersebut tidak berkaitan dengan agenda politik maupun pergerakan massa di lapangan.
"Kesamaan tanggal tersebut murni merupakan kebetulan jadwal organisasi dan tidak berkaitan dengan gerakan demonstrasi mana pun," ujar Makali Kumar, Sekretaris Jenderal SMSI.
Makali menambahkan bahwa SMSI berstatus sebagai konstituen Dewan Pers yang menaungi perusahaan media siber, sehingga tidak dirancang untuk mengerahkan massa ke jalan.
"SMSI bukan merupakan organisasi massa atau lembaga swadaya masyarakat, melainkan wadah bagi perusahaan-perusahaan media siber," kata Makali Kumar, Sekretaris Jenderal SMSI.
SMSI mengimbau seluruh jajaran media anggotanya untuk tetap menjaga profesionalisme dan tidak terseret arus spekulasi. Pengukuhan Pokja News Room Jaga Desa ditujukan untuk memperkuat peran pers dalam mengawal informasi dari desa secara jernih dan berimbang.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow