10 Pemain Sepak Bola Bintang yang Gagal Bersinar di Liga Inggris
Liga Inggris dikenal sebagai kompetisi dengan persaingan ketat yang menuntut pemain tampil maksimal. Meski mengantongi status bintang, tidak sedikit pemain yang justru gagal beradaptasi dan menorehkan prestasi di Premier League.
Berdasarkan data dari Bola, berikut ini 10 pemain top yang gagal menunjukkan performa terbaiknya saat berkarier di Liga Inggris, meski sukses di klub dan tim nasional lain.
Kezman yang diharapkan menjadi mesin gol di Chelsea hanya mampu mencetak empat gol dalam semusim. Ia lebih sukses secara internasional bersama Yugoslavia dan Serbia & Montenegro, dengan 17 gol dan tampil di Euro 2000 serta Piala Dunia 2006.
Adrian Mutu
Pemain asal Rumania ini mencatatkan tujuh gol dalam 27 pertandingan untuk Chelsea sebelum dipecat akibat penggunaan narkoba. Namun, Mutu adalah pencetak gol terbanyak Rumania bersama Gheorghe Hagi dengan 35 gol dari 77 penampilan.
Christian Poulsen
Poulsen gagal beradaptasi dengan cepat di Liverpool pada era Roy Hodgson. Meskipun demikian, ia menjadi pemain dengan 96 caps terbanyak kesembilan di Denmark dan berpartisipasi di dua Piala Dunia serta satu Kejuaraan Eropa.
Andriy Shevchenko
Legenda Ukraina ini memiliki karier gemilang di AC Milan dan memenangkan Ballon d'Or. Namun, saat berseragam Chelsea, ia hanya mencetak sembilan gol dalam 48 laga dan akhirnya dipinjamkan kembali ke Milan.
Robinho
Robinho tidak mampu membuktikan nilai transfer besar Manchester City. Ia hanya mencetak 14 gol dalam 41 pertandingan Premier League dan mengaku Manchester City adalah satu-satunya klub yang ia tinggalkan tanpa gelar.
Diego Forlan
Forlan, peraih Golden Ball Piala Dunia 2010, gagal tampil maksimal di Manchester United dengan 10 gol dari 63 pertandingan. Ia adalah pemain dengan penampilan terbanyak kedua di Uruguay dan pencetak gol ketiga terbanyak negaranya.
El Hadji Diouf
Setelah membawa Senegal ke perempat final Piala Dunia 2002, Diouf bergabung dengan Liverpool dengan harapan besar. Namun, performanya tertutup oleh sikap buruk dan ia hanya mencetak 28 gol dalam 243 pertandingan Premier League di beberapa klub.
Claudio Bravo
Datang ke Manchester City dengan reputasi sebagai kiper andal Chile, Bravo gagal memenuhi harapan dan kehilangan posisi utama setelah kedatangan Ederson, menjadikannya pelapis di klub tersebut.
Angel Di Maria
Di Maria yang sukses bersama Argentina justru mengalami karier singkat dan bermasalah di Manchester United. Setelah berselisih dengan pelatih Louis Van Gaal, ia hanya bertahan satu musim sebelum pindah ke Paris Saint-Germain.
Kasus-kasus ini menunjukkan bahwa kesuksesan di liga lain atau timnas tidak menjamin keberhasilan di kompetisi ketat seperti Liga Inggris, yang menuntut adaptasi dan konsistensi tinggi.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow