Harga Sembako Nasional Mengalami Fluktuasi Hari Ini 17 Juli 2026
Kementerian Perdagangan melaporkan fluktuasi harga sejumlah komoditas bahan pokok penting nasional hari ini, Jumat, 17 Juli 2026. Berdasarkan pembaruan data sistem pemantauan, mayoritas harga sembako masih mengalami penyesuaian yang bervariasi di tingkat pedagang eceran.
Perubahan harga yang terjadi di tingkat nasional memengaruhi daya beli masyarakat secara langsung. Pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus memantau perkembangan harga komoditas ini demi menjaga kestabilan pasokan di pasar-pasar tradisional seluruh Indonesia.
Berdasarkan catatan resmi SP2KP Kementerian Perdagangan per 16 Juli 2026 pukul 14.07 WIB, terdapat delapan komoditas pangan yang harganya melonjak. Sebaliknya, ada tujuh komoditas yang terpantau mengalami penurunan harga dari total 16 bahan pangan pokok nasional.
Daftar Komoditas Pangan yang Mengalami Kenaikan
Telur ayam ras mencatatkan kenaikan tertinggi di tingkat nasional, yaitu sebesar Rp276 atau sekitar 1,06 persen. Dengan kenaikan tersebut, harga rata-rata telur ayam kini menyentuh angka Rp26.345 per kilogram.
Selain telur ayam ras, beberapa komoditas yang ikut merangkak naik antara lain adalah daging ayam ras, minyak goreng subsidi pemerintah (Minyakita), daging sapi paha belakang, tepung terigu, hingga beras premium.
Daftar Komoditas Pangan yang Mengalami Penurunan
Sementara itu, penurunan terdalam dialami oleh komoditas cabai merah keriting. Harga salah satu jenis bumbu dapur utama ini turun sebesar Rp299 atau sekitar 0,74 persen, sehingga harganya kini berada di angka Rp39.880 per kilogram.
Beberapa komoditas lain yang juga mengalami penurunan harga adalah bawang putih honan, bawang merah, minyak goreng sawit kemasan premium, serta cabai merah besar.
Harga komoditas dapat berfluktuasi sewaktu-waktu. Berbelanja dengan bijak dan pantau informasi harga resmi dari pemerintah.
Pergerakan Harga Sembako di Wilayah Jawa Timur
Selain pergerakan secara nasional, data daerah seperti dari Siskaperbapo Jawa Timur juga menunjukkan tren fluktuasi yang serupa. Di wilayah Jawa Timur, pergerakan harga sembako menyasar hampir seluruh kebutuhan dasar rumah tangga.
Kebutuhan dasar sembako sendiri merujuk pada beras, gula pasir, minyak goreng dan mentega, daging sapi dan daging ayam, telur ayam, susu, bawang merah dan bawang putih, gas elpiji dan minyak tanah, hingga garam.
Di pasar Jawa Timur, kenaikan harga terjadi pada seluruh jenis beras, minyak goreng kemasan premium, minyak goreng curah, daging sapi paha belakang, seluruh jenis garam, cabai rawit merah, seluruh jenis bawang (kecuali bawang putih), serta gas elpiji.
Sebaliknya, penurunan harga di Jawa Timur dialami oleh seluruh daging ayam ras, daging ayam kampung, telur ayam kampung, cabai merah keriting, cabai merah besar, serta bawang putih.
Berikut adalah tabel rincian penyesuaian nilai harga komoditas sembako terpilih yang dirangkum dari data wilayah Jawa Timur:
| Nama Komoditas Sembako | Perubahan Nilai Harga | Persentase Perubahan |
|---|---|---|
| Gas Elpiji | Naik Rp304 | 1,53% |
| Daging Sapi Paha Belakang | Naik Rp827 | 0,65% |
| Minyak Goreng Curah | Naik Rp160 | 0,79% |
| Minyak Goreng Kemasan Premium | Naik Rp126 | 0,58% |
| Cabai Rawit Merah | Naik Rp136 | 0,33% |
| Daging Ayam Ras | Turun Rp849 | 2,56% |
| Daging Ayam Kampung | Turun Rp2.191 | 3,13% |
| Cabai Merah Keriting | Turun Rp155 | 0,48% |
| Cabai Merah Besar | Turun Rp193 | 0,61% |
Kondisi Harga Bahan Pokok di Sumatera Selatan
Tidak jauh berbeda dengan wilayah lainnya, dinamika harga bahan pangan juga terjadi di wilayah Sumatera Selatan. Merujuk pada data SP2KP Kementerian Perdagangan per 16 Juli 2026 pukul 17.48 WIB, tercatat ada lima komoditas yang naik dan empat komoditas yang turun.
Kenaikan tertinggi di wilayah Sumatera Selatan didominasi oleh komoditas telur ayam ras yang merangkak naik sebesar Rp353 atau sekitar 1,4 persen. Kenaikan ini membawa harga rata-rata telur ayam ras di wilayah tersebut menjadi Rp25.647 per kilogram.
Hingga saat ini, pemerintah daerah melalui dinas perdagangan terkait di masing-masing provinsi terus berupaya melakukan pemantauan ketat guna menjaga kestabilan harga agar tetap terjangkau oleh daya beli masyarakat.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow