Ifeanyi Ndukwe Terganjal Izin Kerja di Liverpool

Smallest Font
Largest Font

Bek berusia 18 tahun, Ifeanyi Ndukwe, dipastikan belum bisa memperkuat Liverpool dalam pertandingan kompetitif musim ini. Situasi tersebut terjadi akibat terkendala regulasi izin kerja di Inggris, seperti dilansir dari Bola.

Pemain asal Austria itu padahal sempat bermain selama 45 menit saat Liverpool menjamu AS Monaco di Anfield. Laga pramusim yang berakhir kekalahan 2-3 bagi The Reds itu menjadi penampilan perdananya di bawah asuhan manajer Andoni Iraola.

Ndukwe kini hanya memiliki satu kesempatan tersisa untuk tampil bersama skuad utama Liverpool. Kesempatan itu akan datang saat menghadapi Como dalam laga uji coba pramusim berikutnya.

Liverpool mendatangkan bek setinggi 6 kaki 6 inci ini dari Austria Wien pada Januari lalu. Nilai transfer kepindahannya mencapai 2,6 juta paun.

Akan tetapi, jumlah poin yang dimiliki Ndukwe belum memenuhi ambang batas untuk memperoleh izin kerja. Regulasi terbaru Premier League memperketat penilaian, terutama terkait penampilan pemain di tingkat internasional senior maupun junior.

Data Analyst and Scout Unique Sports Group, Liam Henshaw, menerangkan mekanismenya. Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) menetapkan standar Governing Body Exemption (GBE) sebagai syarat pengurusan izin kerja ke Home Office.

Sistem ini mengandalkan penilaian berbasis poin dari berbagai kriteria. Pemain dapat memperoleh status Auto Pass jika rutin tampil membela tim nasional yang memenuhi syarat peringkat FIFA.

Bagi pemain yang gagal meraih Auto Pass, mereka wajib mengumpulkan minimal 15 poin. Penilaian dihitung dari menit bermain di liga domestik, kompetisi Eropa, prestasi klub, serta penampilan internasional.

"Pemain yang mengumpulkan 10 hingga 14 poin masih dapat mengajukan kasusnya melalui Exceptions Panel independen," kata Henshaw.

Namun, jika poin yang dikumpulkan berada di bawah angka 10, peluang untuk mendapatkan izin kerja pada bursa transfer tersebut dipastikan tertutup.

Salah satu skema agar Ndukwe bisa memenuhi syarat tersebut yakni dengan meminjamkannya ke klub yang berlaga di liga Band 1 atau Band 2.

Sistem penilaian FA memberikan bobot poin terbesar pada menit bermain di liga domestik. Liga Band 1 mencakup Premier League, Bundesliga, La Liga, Serie A, dan Ligue 1.

Sementara itu, Band 2 terdiri dari Primeira Liga Portugal, Eredivisie, Belgian First Division A, Serie A Brasil, serta Championship Inggris.

Menit bermain sebesar 90 hingga 100 persen di liga Band 1 menghasilkan 12 poin, sedangkan di Band 2 bernilai 10 poin. Jumlah poin akan terus menurun sesuai persentase tampil dan kategori liga, bahkan pemain dengan menit bermain di bawah 30 persen tidak akan mendapat poin.

Peluang Ndukwe makin tipis karena slot Elite Significant Contribution (ESC) di Liverpool dilaporkan telah terisi oleh Mor Talla Nidaye. Kondisi ini membuat Ndukwe diperkirakan belum bisa membela Liverpool setidaknya hingga 2027.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed