Roberto Donadoni Kritik Konsistensi Rafael Leao di AC Milan
Persoalan konsistensi permainan Rafael Leao bersama AC Milan menarik perhatian legenda Rossoneri, Roberto Donadoni. Mantan pemain yang pernah memperkuat klub dalam dua periode tersebut menilai sang winger belum menunjukkan kontribusi yang stabil di lapangan, sebagaimana dilansir dari Bola.
Sorotan publik kerap tertuju pada aspek yang gagal diperlihatkan Leao ketimbang performa apiknya. Donadoni memahami situasi tim sulit dinilai secara penuh dari luar, namun masalah utama pemain asal Portugal itu terletak pada kontinuitas permainannya.
"Saya akan menarik gimbalnya sesekali, membuatnya memahami bahwa sudah waktunya mencoba melakukan sesuatu yang berbeda juga," ujar Donadoni, dikutip dari Football Italia melalui Bola.
"Kalian benar-benar harus berada di dalam sebuah situasi untuk memahaminya, tetapi dari apa yang bisa kami lihat dari luar, Leao sering dibicarakan karena apa yang tidak dia lakukan daripada apa yang dia lakukan," kata Donadoni.
Gaya kepemimpinan pelatih Ruben Amorim dianggap memiliki potensi untuk memaksimalkan kemampuan Leao ketimbang skema taktikal pendahulunya, Max Allegri. Meski demikian, timbul spekulasi mengenai kecocokan profil sang pemain dalam formasi 3-4-2-1.
Donadoni membagikan pengalamannya saat masih aktif merumput di San Siro pada rentang 1986–1996 dan 1997–1999. Menurutnya, fleksibilitas dalam beradaptasi dengan kebutuhan taktik menjadi kewajiban bagi setiap penggawa tim.
"Dia tentu saja pemain yang memiliki talenta dan kualitas di atas rata-rata, tetapi konsistensi adalah komponen fundamental dan dia benar-benar kurang dalam hal itu," lanjutnya.
"Saya berharap semua situasi ini akhirnya membuatnya sadar akan hal itu dan dia bisa menjadi juara seperti yang sesekali kita lihat ketika dia melakukan hal-hal luar biasa tersebut," tuturnya.
"Saya adalah pemain Milan. Ada pemain yang sangat bagus di posisi tertentu, sedangkan saya cenderung beradaptasi di mana pun saya dibutuhkan, di kanan, kiri, maupun tengah," ungkap Donadoni.
Mantan pemain nasional Italia yang kini berusia 62 tahun itu menekankan pentingnya kerja keras saat menghadapi persaingan internal. Ia menilai penyesuaian posisi justru memperbesar peluang pemain untuk memberikan kontribusi nyata bagi klub.
"Jika ada seseorang yang lebih baik daripada Anda di posisi itu, Anda akan kesulitan mendapatkan kesempatan. Jadi, Anda harus bekerja keras dan berusaha menjadi seserbaguna mungkin, untuk membantu diri sendiri dan tim," katanya.
"Jika kita berada di sini untuk membahas apakah Milan perlu mengubah sistem agar lebih cocok untuk Leao, berarti kita sudah kalah," ucap pria yang kini berusia 62 tahun itu.
Situasi ini memicu spekulasi mengenai masa depan Leao di San Siro pada bursa transfer musim panas. Winger tersebut dikabarkan berencana mencari petualangan baru, sementara penampilan yang naik-turun membuat rumor kepindahannya makin menguat.
Ketidakstabilan performa itu pula yang disinyalir membuat penawaran dari klub-klub besar Eropa belum merealisasi. Beberapa tim asal Turki seperti Galatasaray, Fenerbahce, serta Besiktas memang menunjukkan minat, namun belum ada yang menyanggupi nilai transfer yang ditetapkan pihak Milan sebesar 50 juta euro plus bonus.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow