Kepuasan Publik Kinerja Prabowo Anjlok 30 Poin Menurut Survei SMRC

Smallest Font
Largest Font

Tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto mengalami penurunan tajam hingga 30,1 poin persentase dalam kurun sembilan bulan terakhir. Penurunan signifikan ini terekam dalam riset terbaru Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang berlangsung pada periode 5–19 Juli 2026. Hasil survei bertajuk Kondisi Ekonomi Politik dan Approval Rating Presiden tersebut menempatkan tingkat kepuasan publik di angka 51,1 persen.

Capaian ini merosot jauh dibandingkan dengan hasil survei SMRC pada November 2025 yang sempat menyentuh angka 81,2 persen.

Sebaliknya, proporsi masyarakat yang menyatakan tidak puas terhadap kinerja pemerintahan melonjak pesat dari 16 persen menjadi 46,9 persen. Rincian data SMRC mencatat sebanyak 4,8 persen responden merasa sangat puas, 46,3 persen cukup puas, dan 35 persen kurang puas.

Selain itu, terdapat 11,9 persen warga yang mengaku tidak puas sama sekali, serta 2,1 persen sisanya memilih tidak menjawab. Berdasarkan analisis survei yang dikutip dari Ulanda, tren penurunan ini dipicu oleh persepsi masyarakat yang memburuk pada tiga sektor vital.

Tiga sektor utama yang menjadi sorotan publik meliputi kondisi perekonomian, stabilitas politik nasional, serta efektivitas penegakan hukum. Direktur Eksekutif SMRC Deni Irvani menjelaskan bahwa pergeseran angka survei ini memperlihatkan meningkatnya keresahan warga atas persoalan harian. "Penurunan kepuasan terhadap kinerja Presiden Prabowo terjadi bersamaan dengan memburuknya penilaian masyarakat terhadap kondisi ekonomi, politik, dan penegakan hukum," kata Deni.

Menurut Deni, masyarakat kini bersikap jauh lebih kritis dalam mengukur kemampuan pemerintah mengatasi tekanan ekonomi serta ketidakpastian politik.

Lonjakan angka ketidakpuasan dinilai sebagai peringatan penting bagi jajaran kabinet untuk segera membenahi arah kebijakan publik. "Penurunan tingkat kepuasan publik ini berhubungan erat dengan merosotnya sentimen positif terhadap ekonomi, politik, dan penegakan hukum," ujar Deni. Riset berskala nasional ini melibatkan 749 responden yang telah memiliki hak pilih dalam pemilu dari berbagai wilayah.

Penarikan sampel dilakukan menggunakan metode acak bertingkat atau random sampling melalui kombinasi wawancara tatap muka dan sambungan telepon.

Penelitian ini memiliki tingkat toleransi kesalahan atau margin of error yang diperkirakan berada pada angka sekitar 3,7 persen. Temuan SMRC menegaskan bahwa pemulihan kepercayaan publik menjadi tantangan paling krusial bagi pemerintah dalam menjaga dinamika politik nasional.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed