Mohamed Salah Resmi Bergabung dengan Trabzonspor Secara Gratis
Klub Liga Super Turki Trabzonspor resmi mendatangkan penyerang asal Mesir Mohamed Salah secara gratis pada Selasa pekan lalu, sebagaimana dilansir dari Bola. Mantan pemain Liverpool tersebut menyepakati kontrak berdurasi dua tahun di klub barunya.
Kepindahan ini memberi keuntungan finansial signifikan bagi Salah. Penyerang berusia matang itu dilaporkan mengantongi gaji sebesar 14,5 juta paun atau sekitar Rp348,5 miliar per musim, ditambah bagian 20 persen dari penjualan suvenir bernama dirinya serta berbagai bonus kinerja.
Pakar sepak bola Eropa Andy Brassell menilai faktor finansial bukan satu-satunya pertimbangan Salah memilih Trabzonspor dibanding opsi lain.
"Jelas, dia bisa mendapatkan lebih banyak uang di Arab Saudi. Namun, dia tidak pernah benar-benar menunjukkan keinginan untuk pergi ke sana," ujar Brassell.
Brassell menyoroti latar belakang Turki sebagai negara mayoritas Muslim yang menyerupai alasan Nicolas Anelka saat berlabuh di Fenerbahce.
"Nicolas Anelka pernah berbicara tentang ketika dia pergi ke Fenerbahce. Salah satu alasan besarnya saat itu adalah dia ingin tinggal dan bermain di negara Muslim. Saya menduga hal itu setidaknya menjadi salah satu bagian dari pertimbangan Mo Salah juga," katanya.
Selain iklim budaya, kompetisi domestik Turki menawarkan kombinasi finansial yang kuat tanpa mengorbankan iklim kompetitif Eropa.
"Bagi begitu banyak pemain, dan kita melihat pemain-pemain yang berada di usia puncak, bahkan lebih muda dari Mo Salah, bergabung dengan klub-klub besar Super Lig Turki. Anda bisa mendapatkan bayaran lebih baik dibandingkan di Eropa Barat tanpa harus meninggalkan persaingan sepak bola Eropa dan kompetisi klub UEFA. Saya pikir itu juga sangat penting," ulas Brassell.
Tren kepindahan pemain usia produktif ke Turki makin marak musim ini. Fenerbahce memboyong Mason Greenwood seharga 38 juta paun serta Nathan Ake, sementara Galatasaray mengincar Gabriel Martinelli dari Arsenal.
Kehadiran para bintang tersebut ditujukan untuk memperebutkan mahkota Super Lig yang dikuasai Galatasaray dalam empat musim terakhir. Trabzonspor sendiri merupakan klub terakhir yang memutus rantai dominasi tersebut saat menjuarai musim 2021/2022.
Faktor emosional dan dukungan suporter di kawasan Laut Hitam turut menjadi daya pikat kuat bagi Salah sejak kedatangannya di bandara hingga penyambutan di stadion.
"Mereka mendapat dukungan yang sangat kuat di kawasan Laut Hitam, di sebuah kota yang hidup dan bernapas bersama sepak bola. Itu pasti menjadi bagian dari pertimbangannya juga," ujar Brassell.
Atmosfer luar biasa dari basis pendukung fanatik memberikan pengalaman berbeda bagi para pemain yang merambah Liga Turki.
"Bahkan bagi pemain berpengalaman, ketika Anda turun dari pesawat dan melihat semua suporter, rasanya seperti momen yang sulit dipercaya. Anda bermain di stadion yang penuh dan memiliki atmosfer yang sangat luar biasa. Bahkan jika Anda datang dari Premier League, Anda tidak akan benar-benar memahami hal itu. Itu menjadi bagian yang sangat besar," lanjutnya.
Trabzonspor yang finis di peringkat ketiga musim lalu kini bersiap menghadapi babak play-off Liga Europa melawan pemenang duel Ferencvaros dan Gornik Zabrze. Klub mengandalkan modal pengalaman Salah yang mencetak lebih dari 250 gol bersama Liverpool untuk mengulang kejayaan Galatasaray di kancah Eropa pada tahun 2000.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow