Pep Guardiola Temui Petinggi Manchester City Bahas Rencana Mundur
Manajer Manchester City Pep Guardiola berencana mengadakan pertemuan dengan Chairman Khaldoon Al Mubarak guna membahas keputusannya untuk mundur dari kursi kepelatihan pada musim panas ini, dilansir dari Bola.
Keputusan tersebut mencuat setelah Manchester City dipastikan gagal mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim ini akibat bermain imbang 1-1 melawan Bournemouth pada Rabu (20/5/2026) dini hari WIB.
Hasil tersebut membuat posisi Manchester City tertahan di peringkat kedua dan tidak mampu mengejar Arsenal yang sudah mengunci gelar juara Premier League dengan selisih empat poin.
Pertemuan antara Guardiola dan manajemen dijadwalkan berlangsung sebelum laga pamungkas musim ini melawan Aston Villa di Stadion Etihad.
"Orang pertama yang harus saya ajak bicara adalah chairman saya," kata Guardiola, seperti dikutip dari ESPN.
Arsitek tim asal Spanyol tersebut menegaskan tidak akan mengambil langkah apa pun sebelum berdiskusi secara internal dengan seluruh elemen klub.
"Saya tidak akan memberi tahu kalian soal keputusan apa pun di sini karena saya harus berbicara dengan chairman, para pemain, dan staf saya. Ketika kami bermain di Piala FA, berjuang lolos ke Liga Champions, dan Premier League, hanya ada satu hal di pikiran saya, yaitu mencoba membawa tim ke level tertinggi. Dan itulah yang sudah kami lakukan," imbuh Guardiola.
Manajemen klub dilaporkan sudah menerima potensi kehilangan sang manajer yang memiliki klausul hengkang lebih cepat meski kontraknya tersisa hingga 2027.
Gelandang Manchester City Bernardo Silva mengaku belum mengetahui kepastian mengenai masa depan sang pelatih setelah pertandingan terakhir.
"Sejujurnya saya tidak tahu soal itu," kata Silva.
Pemain asal Portugal tersebut menambahkan bahwa pengumuman mengenai kelanjutan karier sepenuhnya berada di tangan Guardiola.
"Itu keputusan dia, pengumuman itu hak dia apakah akan bertahan atau pergi. Itu bukan urusan saya," lanjut Silva.
Kelelahan fisik akibat jadwal kompetisi yang padat dinilai menjadi penyebab utama kegagalan armada Etihad meraih poin penuh dari markas Bournemouth.
"A pertandingan yang sulit, kami sudah mengetahuinya. Kami sedikit kehilangan energi dan itu normal," ujar Guardiola kepada Sky Sports.
Mantan pelatih Barcelona itu menyoroti keuntungan masa pemulihan lawan yang jauh lebih panjang ketimbang skuad asuhannya.
"Mereka punya 12 hari untuk mempersiapkan pertandingan ini. Tim yang bermain dengan energi seperti itu tentu sangat merepotkan," lanjut Guardiola.
Jadwal laga tandang yang beruntun membuat konsistensi permainan Manchester City terganggu pada fase krusial akhir musim.
"Kami hanya punya tiga hari, harus bepergian, dan tetap berjuang," lanjut Guardiola.
Meski demikian, tim tamu sempat menguasai jalannya pertandingan pada paruh kedua sebelum momentum mereka terhenti oleh keputusan wasit.
"Di babak kedua kami memulai dengan sangat baik, ada peluang Nico O’Reilly, lalu situasi offside Erling Haaland yang menurut saya seharusnya ditinjau VAR," kata Guardiola.
Upaya mengejar ketertinggalan gagal membuahkan hasil maksimal karena gol balasan baru tercipta menjelang peluit panjang berbunyi.
"Setelah momen itu, kami tidak mampu memberikan dampak yang kami butuhkan. Kami akhirnya mencetak gol, tetapi sudah terlambat," lanjut Guardiola.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow