Surat Edaran Rektor UNG Dipertanyakan Terkait Temu PA Maba di Vila

Smallest Font
Largest Font

Sebuah surat resmi pimpinan Universitas Negeri Gorontalo dipertanyakan setelah mahasiswa baru Jurusan Pendidikan Ekonomi mengikuti kegiatan Temu Pembimbing Akademik di sebuah vila, sebagaimana dilansir dari Ulanda.

Pelaksanaan acara tersebut memicu polemik lantaran kampus telah mengeluarkan edaran yang melarang aktivitas kemahasiswaan yang melibatkan mahasiswa baru di luar lingkungan universitas sepanjang tahun akademik 2026/2027.

Surat edaran ditandatangani atas nama Rektor UNG oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, ME, dengan tembusan kepada rektor serta seluruh dekan di lingkungan UNG.

Selain masalah lokasi pelaksanaan di vila, kegiatan tersebut juga menjadi perbincangan karena setiap mahasiswa baru dibebani iuran sebesar Rp100 ribu untuk dapat berpartisipasi.

Seorang mahasiswa baru mengungkapkan bahwa para peserta pada dasarnya tidak keberatan dengan besaran nominal tersebut, melainkan menginginkan adanya transparansi penggunaan dana.

"Kami anak perantau. Dari awal datang ke Gorontalo sampai selesai pelaksanaan PKKMB, pengeluaran sudah banyak. Kami juga kasihan dengan orang tua di kampung. Kami sebenarnya tidak mempersoalkan uang Rp100 ribu, yang penting rincian dan transparansinya itu ada," kata seorang mahasiswa baru.

Mahasiswa tersebut menambahkan bahwa pihak penyelenggara seharusnya dapat memberikan rincian kebutuhan secara terbuka kepada para peserta.

"Kalau memang untuk kegiatan mahasiswa, silakan dijelaskan kegiatannya apa, berapa biayanya dan uang itu digunakan untuk apa. Kami hanya ingin semuanya jelas," kata mahasiswa tersebut.

Pihak Jurusan Pendidikan Ekonomi menjelaskan bahwa Temu PA merupakan agenda rutin tahun akademik untuk pembinaan kehidupan akademik mahasiswa, di mana teknisnya dikolaborasikan bersama Himpunan Mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi.

Ketua Jurusan Pendidikan Ekonomi UNG Dr. Radia Hafid, S.Pd., M.Si. menyebutkan dana Rp100 ribu diperuntukkan bagi konsumsi, sewa tempat, perlengkapan, serta agenda akademik seperti Rangking 1.

Sementara itu, penegasan mengenai sifat kepesertaan kegiatan tersebut disampaikan langsung oleh pihak organisasi mahasiswa jurusan.

"Tidak ada, maka dari itu kegiatan ini tidak ada paksaan apapun. Dari 181 mahasiswa Jurusan Pendidikan Ekonomi ada sekitaran 30 lebih yang tidak ikut. Itu bukti bahwa kegiatan tersebut tidak ada paksaan apapun dan yang tidak ikut pun tidak akan mendapat konsekuensi," kata Ketua HMJ Pendidikan Ekonomi Nofri Ladja.

Hingga saat ini, pihak universitas belum memberikan penjelasan resmi mengenai kepastian status Temu PA dalam kerangka edaran larangan kegiatan luar kampus tersebut.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed