BPU UNG Tanggapi Kontroversi Pengadaan Jas Almamater Mahasiswa Rp225 Ribu
Badan Pengelola Usaha Universitas Negeri Gorontalo mengonfirmasi pengelolaan pengadaan jas almamater bagi mahasiswa baru dibanderol sebesar Rp225 ribu per orang. Penjelasan tersebut disampaikan untuk merespons sorotan publik terkait transparansi biaya atribut kampus tersebut, sebagaimana dilansir dari Ulanda.
Pengadaan atribut ini memicu polemik di kalangan mahasiswa karena pembayarannya dilakukan secara terpisah dan tidak masuk dalam skema Uang Kuliah Tunggal. Kepastian mengenai status pembiayaan di luar sistem UKT ini ditegaskan langsung oleh pihak pengelola BPU UNG.
Sekretaris BPU UNG Anselmus A. Leki membenarkan peran lembaga tersebut dalam menangani seluruh proses penetapan biaya jas almamater bagi para mahasiswa baru.
"Iya, benar," kata Anselmus A. Leki, Sekretaris BPU UNG.
Pihak pengelola juga menekankan bahwa penetapan tarif khusus jas kampus ini murni berdiri sendiri dan sama sekali tidak dibebankan ke dalam tagihan rutin semesteran.
"Tidak include di UKT," kata Anselmus A. Leki, Sekretaris BPU UNG.
Penjelasan BPU UNG sekaligus membantah kabar yang sempat beredar di lingkungan kampus mengenai keterlibatan Ketua Dharma Wanita UNG yang merupakan istri Rektor. Manajemen menegaskan bahwa isu penanganan proyek jas oleh pihak luar atau keluarga pejabat rektorat tidak memiliki dasar.
Sekretaris BPU UNG kembali membantah tuduhan keterlibatan pihak Ketua Dharma Wanita dalam alur pengadaan barang bagi mahasiswa baru tersebut.
"Tidak ada," kata Anselmus A. Leki, Sekretaris BPU UNG.
Meskipun BPU UNG telah mengonfirmasi posisinya sebagai pengelola resmi, sejumlah mahasiswa masih mempertanyakan penetapan rincian komponen biaya. Sebagian mahasiswa menilai biaya atribut almamater seharusnya sudah terintegrasi penuh dalam pembayaran UKT.
Seorang mahasiswa menyampaikan pandangannya terkait pemisahan skema pembayaran atribut kampus yang dibebankan kepada mahasiswa baru.
"Seharusnya biaya almamater sudah masuk pada UKT," kata seorang mahasiswa.
Hingga saat ini, perincian mengenai total pesanan, vendor penyedia barang, dasar penetapan harga satuan Rp225 ribu, hingga tanggapan langsung dari Rektor UNG Eduart Wolok masih belum dirilis secara terbuka.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow