Enzo Maresca Sebut Pemain Man City Makin Pahami Filosofi Tim
Manajer Manchester City Enzo Maresca menyatakan para pemainnya kini semakin dekat untuk memahami secara penuh filosofi permainan tim menjelang laga tandang Premier League melawan Crystal Palace pada Jumat (28/8/2026), sebagaimana dilansir dari Bola.
Perkembangan taktik skuad The Blues mulai terlihat positif usai memetik kemenangan atas Bournemouth pada laga pembuka musim, meski proses adaptasi masih membutuhkan waktu.
Indikator keberhasilan penerapan strategi tersebut diukur dari efektivitas skema bertahan dan penekanan di area pertahanan lawan. Manchester City tercatat berhasil merebut kembali 76 persen penguasaan bola melalui aksi pressing saat menghadapi Bournemouth.
"Saya pikir kami sudah cukup dekat," ujar Maresca.
Tingginya persentase perebutan bola itu menjadi bukti bahwa para pemain mulai menjalankan instruksi bertahan dengan baik. Kendati demikian, Maresca memaklumi bahwa kontrol penuh sepanjang laga sulit dicapai karena situasi tertinggal sempat dialami timnya akibat gol Marcus Tavernier di babak pertama.
"Melawan Bournemouth, dalam hal pressing, kami merebut kembali 76 persen bola. Itu hasil yang luar biasa," kata Maresca.
Kemenangan Man City akhirnya dipastikan lewat gol Marc Guehi dan Josko Gvardiol pada babak kedua. Maresca menegaskan bahwa kehilangan momen dalam pertandingan merupakan hal lumrah dalam sepak bola.
"Saya pikir para pemain sudah memahami cara kami ingin bertahan dan melakukan pressing," tutur Maresca.
Ia menekankan pentingnya mempertahankan dominasi penguasaan bola guna meminimalisasi ancaman lawan, meski risiko kebobolan dari situasi bola mati tetap ada.
"Ini sepak bola. Pada akhirnya, Anda tidak bisa mengontrol semuanya," ujar Maresca.
Maresca menambahkan bahwa tingkat perebutan bola yang tinggi secara langsung berdampak pada penurunan peluang yang didapatkan oleh tim lawan.
"Jauh lebih baik jika Anda bisa merebut kembali 76 persen bola dibandingkan 50 persen. Itu berarti Anda memberikan lebih sedikit peluang kepada lawan," jelas Maresca.
Tantangan pembentukan skuad juga dipengaruhi oleh jeda Piala Dunia dan dinamika bursa transfer yang membuat sejumlah pemain datang terlambat. Kondisi ini memaksa Maresca melakukan penyesuaian taktik, seperti menempatkan Marc Guehi di posisi gelandang tengah.
"Ini sedikit rumit karena Anda ingin memulai hal-hal baru dan konsep-konsep baru dengan manajer baru, meskipun ada kemiripan dengan manajer sebelumnya," katanya.
Eksperimen posisi pemain menjadi salah satu langkah solutif yang akan terus dievaluasi guna menjaga konsistensi performa tim.
"Tugas saya untuk menemukan solusi dan mencoba membantu para pemain memenangkan pertandingan. Pada akhirnya, mereka yang berada di lapangan untuk mencoba memenangkan pertandingan," tegas Maresca.
Menjelang penutupan bursa transfer, Maresca menargetkan kedalaman skuad ideal yang dihuni 21 hingga 22 pemain. Kedalaman tersebut mencakup dua pemain senior di setiap posisi serta kombinasi beberapa pemain dari akademi klub.
"Menurut saya, situasi ideal adalah memiliki dua pemain di setiap posisi. Mereka harus bersaing satu sama lain," kata Maresca.
Persaingan internal dinilai penting untuk menjaga standar permainan, dengan memberi porsi bagi pemain muda seperti Ryan McAidoo, Samba, dan Kaden Braithwaite.
"Saya pikir memiliki tiga atau empat pemain akademi bersama kami sudah cukup," ujarnya.
Komposisi skuad tersebut dipiapkan untuk mengantisipasi padatnya jadwal Manchester City yang berpotensi memainkan hingga 65 pertandingan dalam satu musim.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow