Mees Hilgers Resmi Bergabung dengan SC Heerenveen dari FC Twente

Smallest Font
Largest Font

Bek Timnas Indonesia, Mees Hilgers, resmi memutus masa kepindahannya dari FC Twente untuk bergabung dengan SC Heerenveen pada Senin (31/8/2026), dilansir dari Bola. Kepindahan ini menandai babak baru baginya setelah melewati periode rumit di Enschede.

Pemain berusia 25 tahun yang menimba ilmu di akademi FC Twente selama 15 tahun tersebut sempat dibekukan dari skuad akibat negosiasi kontrak baru yang buntu. Pertandingan terakhirnya bersama Twente tercatat pada 25 Mei 2025 dalam laga play-off kompetisi Eropa.

Hilgers mengungkapkan rasa lega setelah kepindahannya ke SC Heerenveen terealisasi penuh.

"Hari ini saya bangun dengan perasaan yang sangat luar biasa. Saya senang bisa kembali menjadi pesepak bola. Selama satu tahun saya tidak bermain sepak bola dan tidak bisa melakukan apa yang saya sukai," ujar Hilgers.

Masa perselisihan dengan klub lama kian rumit saat kontraknya terperpanjang otomatis pada Mei 2026, hal yang tidak ia ketahui sebelumnya.

"Saya tidak masuk dalam daftar pemain untuk pertandingan, meskipun saya berlatih dalam waktu yang lama di Twente. Jadi, saya senang berada di sini dan mendapatkan kesempatan baru," jelas Hilgers.

Situasi tersebut sempat memicu kekecewaan karena ia merasa pihak agen seharusnya bisa mengantisipasi klausul perpanjangan otomatis tersebut.

"Saya pikir pada saat itu agen saya sebenarnya bisa membatalkan kontrak saya. Itu satu-satunya hal yang bisa saya lakukan secara berbeda," jelas Hilgers.

Keputusan klub memperpanjang masa baktinya dinilai Hilgers tidak lepas dari motif finansial transfer.

"Jika saya tahu aturan tersebut ada, saya akan menelepon agen saya dan mengatakan kepadanya agar tidak melupakannya. Sekarang kontrak itu diperpanjang secara otomatis karena mereka tentu ingin mendapatkan uang dari situ," imbuh Hilgers.

Persoalan berlanjut saat ia tidak menghadiri latihan awal musim Agustus 2026 hingga memicu pertanyaan pelatih John van den Brom, meski Hilgers mengaku sudah berkomunikasi dengan dokter tim.

"Itu adalah hal-hal yang terjadi antara saya dan klub. Pada saat itu, mereka memahami mengapa saya tidak datang. Saya juga membicarakan hal tersebut dengan dokter perusahaan.

Dia juga seratus persen memahami bahwa saya tidak perlu datang. Jadi, itu adalah sesuatu antara saya dan Twente," ucap Hilgers.

Kini sang pemain memilih untuk fokus menatap masa depan tanpa mengungkit detail konflik internal masa lalunya.

"Saya tidak berpikir begitu. Namun, saya tidak akan menceritakan kisahnya. Saya ingin meninggalkan semuanya di belakang.

Orang-orang yang dekat dengan saya dan para pemain mengetahui cerita sebenarnya. Mungkin suatu saat Anda harus menanyakan hal itu kepada mereka," imbuh Hilgers.

Meninggalkan Enschede memberikan rasa haru mengingat ia telah menetap dan tumbuh di kota tersebut sejak usia 16 tahun.

"Ini sungguh disayangkan. Sayang sekali untuk semua tahun yang telah saya jalani dan perasaan yang Anda miliki. Ketika berusia 16 tahun, saya sudah tinggal sendiri di sana, bersekolah di sana, dan sebagian besar teman saya berasal dari Enschede.

Namun, sekarang saya tidak bisa lagi berjalan-jalan di sana. Itu tidak bagus. Itu sudah terjadi, sekarang sebuah babak baru dimulai," ungkap Hilgers.

Pengalaman pahit selama setahun terakhir dipandangnya sebagai proses kedewasaan dan penempaan ambisi bertanding.

"Ini rencana saya. Inilah yang Tuhan kehendaki. Saya berkembang secara pribadi dan fisik.

Saya belajar dari situasi-situasi tertentu. Ambisi yang saya miliki dan keinginan untuk meraih kesuksesan justru semakin besar. Saya memiliki kualitas itu, semua orang mengetahuinya," terangnya.

Hilgers pun mengaku tetap berusaha optimistis dalam menghadapi dinamika kariernya.

"Senyum itu ada setiap hari, sejujurnya. Pada akhirnya memang berat, tetapi itu juga bagian dari kehidupan. Hal-hal yang masih Anda miliki harus dihargai. Namun, sekarang saya lebih banyak tersenyum dibandingkan sebelumnya," terangnya.

Dukungan dari manajemen teknis dan pelatih menjadi faktor utama yang memantapkan keputusannya memilih SC Heerenveen dibanding klub Belanda lainnya.

"Karena perasaan yang diberikan Johan Hansma dan pelatih kepada saya, besarnya klub, skuad, cara bermain, para penggemar, serta tribunr berdiri yang telah diperluas. Saya disambut dengan sangat baik. Semua orang sangat baik dan saya langsung merasa seperti di rumah," kata Hilgers.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed