Rakhmatiyah Deu Dorong Kemandirian Desa Lewat Pokja Desa Sehat Tapa
Pembentukan Pokja Desa Sehat dinilai menjadi ujung tombak pembangunan kesehatan di tingkat desa agar masalah kebersihan lingkungan hingga kesejahteraan warga tertangani secara berkelanjutan. Langkah ini membutuhkan keterlibatan terorganisasi dari masyarakat dan tidak sekadar mengandalkan program pemerintah.
Pandangan tersebut disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango, Rakhmatiyah Deu, saat menghadiri pengukuhan Pengurus Pokja Desa Sehat se-Kecamatan Tapa di Gedung BPU Tapa, seperti dilansir dari Ulanda.
Acara tersebut dihadiri unsur Pemerintah Kabupaten Bone Bolango, pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tenaga kesehatan, serta para pengurus yang resmi dilantik untuk menjalankan tugas di wilayah masing-masing.
Rakhmatiyah menegaskan pengukuhan tersebut bukan sekadar agenda seremonial atau pergantian kepengurusan organisasi desa. Para pengurus baru memikul tugas besar sebagai penggerak perubahan di tengah warga.
"Pengukuhan ini bukan hanya prosesi pelantikan. Ini adalah awal dari sebuah tanggung jawab untuk mengoordinasikan berbagai program kesehatan, kebersihan, dan peningkatan kesejahteraan lingkungan di desa masing-masing," kata Rakhmatiyah.
Ia menyebut kehadiran Pokja Desa Sehat berperan menjembatani kebutuhan masyarakat dengan program pemerintah. Keberadaan kelompok kerja ini diproyeksikan agar manfaat pembangunan dapat dirasakan langsung hingga ke desa.
Menurut Rakhmatiyah, pembangunan kesehatan tidak sebatas penyediaan fasilitas pelayanan kesehatan atau tenaga medis. Kesadaran masyarakat untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat dalam kehidupan sehari-hari menjadi faktor kunci yang sangat penting.
Ia mengharapkan kelompok kerja tersebut menjadi motor edukasi yang aktif mengajak warga menjaga kebersihan lingkungan serta mendorong partisipasi publik dalam peningkatan kualitas hidup.
"Pokja Desa Sehat diharapkan menjadi penggerak yang mampu mengajak masyarakat bersama-sama membangun budaya hidup sehat, menjaga kebersihan lingkungan, dan mendukung berbagai program kesehatan di desa," ujarnya.
Indikator keberhasilan program Desa Sehat tidak diukur dari banyaknya agenda atau susunan laporan administrasi semata. Perubahan perilaku masyarakat dalam menjaga kesehatan keluarga serta kepedulian lingkungan menjadi tolok ukur utama.
Rakhmatiyah menekankan pentingnya sinergi kuat antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, kader masyarakat, dan warga. Komitmen bersama diperlukan agar pelaksanaan program berjalan optimal.
"Program yang baik tidak akan berhasil kalau berjalan sendiri-sendiri. Dibutuhkan kerja sama semua pihak agar tujuan menciptakan desa yang sehat benar-benar bisa diwujudkan," katanya.
Sebagai pimpinan Komisi I DPRD Kabupaten Bone Bolango, ia memastikan dukungan lembaga legislatif terhadap penguatan pembangunan berbasis desa. Menurutnya, desa merupakan garda terdepan dalam pelayanan publik.
Selain fungsi koordinasi, Pokja Desa Sehat diharapkan dapat membuka ruang partisipasi warga dalam menyusun program sesuai kebutuhan lokal. Pendekatan ini membuat program kesehatan tidak hanya bersifat top-down, melainkan lahir dari kebutuhan nyata warga.
Rakhmatiyah meyakini kolaborasi antara pemerintah dan warga akan menjadikan Pokja Desa Sehat sebagai kekuatan baru untuk mewujudkan desa yang mandiri dan sehat.
"Yang kita harapkan bukan hanya desa yang bersih secara fisik, tetapi juga masyarakat yang memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan, lingkungan, dan semangat gotong royong. Di situlah peran besar Pokja Desa Sehat akan sangat menentukan," tutupnya.
What's Your Reaction?
-
0
Like -
0
Dislike -
0
Funny -
0
Angry -
0
Sad -
0
Wow