Aturan Unik Enzo Maresca Tutup Peluang Erling Haaland Jadi Kapten Man City

Smallest Font
Largest Font

Kebijakan taktik tak biasa dari Enzo Maresca berpotensi menutup peluang Erling Haaland untuk menjadi kapten utama Manchester City. Manajer asal Italia tersebut sedang memproses penunjukan pemimpin baru di lapangan setelah Bernardo Silva melepaskan jabatan kapten pada bursa transfer musim panas 2026, seperti dilansir dari Bola.

Sejumlah nama senior seperti Ruben Dias, Rodri, dan Erling Haaland sebenarnya masuk dalam bursa kepemimpinan tim. Namun, kebiasaan kerja Maresca yang pernah diterapkan di Leicester City dan Chelsea dinilai kurang cocok jika diterapkan kepada striker berkebangsaan Norwegia tersebut.

Maresca memiliki aturan khusus yang mengharuskan kapten tim segera mendatangi area bangku cadangan setiap kali Manchester City mencetak gol. Momen jeda tersebut dimanfaatkan oleh sang pelatih untuk memberikan arahan taktis penting sebelum pertandingan dilanjutkan kembali.

"Saat di Leicester dan Chelsea, saya punya aturan bahwa ketika kami mencetak gol, kapten harus datang ke bangku cadangan, bukan untuk merayakan, tetapi untuk menerima instruksi," ujar Maresca seperti dikutip BBC Sport.

"Namun, jika dia mencetak gol, dia boleh merayakannya," kata Maresca.

Prinsip kerja tersebut disadari Maresca bisa memicu kendala tersendiri jika Haaland yang mengemban tugas sebagai kapten utama di lapangan.

"Jika Erling menjadi kapten, kami punya masalah. Bisa dibayangkan?" ujar Maresca.

Produktivitas Gol Haaland Jadi Kendala

Ketajaman Haaland sebagai pencetak gol ulung justru menjadi alasan utama yang menghambat keterpilihannya sebagai kapten. Sejak tiba di Etihad Stadium pada 2022, sang juru gedor telah mengemas 162 gol dari 198 penampilan di seluruh kompetisi.

Pemain yang telah menyabet tiga penghargaan Sepatu Emas Premier League serta mempersembahkan trofi Liga Champions dan tiga gelar Premier League ini terlalu sering mencatatkan namanya di papan skor. Kondisi ini akan membuat Maresca kehilangan momen untuk memberikan instruksi kepada kapten di pinggir lapangan.

Efektivitas aturan ini sempat terlihat pada laga pramusim melawan K-League XI. Begitu Manchester City mencetak gol, Ruben Dias langsung bergerak ke tepi lapangan untuk mendengarkan arahan pelatih.

"Saya pikir meskipun hanya dua atau tiga menit, selalu ada sesuatu yang harus disesuaikan," tutur Maresca.

Ruben Dias Calon Terkuat

Saat ini Ruben Dias menjadi kandidat paling potensial untuk memimpin skuad The Citizens. Bek asal Portugal itu dinilai memenuhi kriteria kepemimpinan yang dibutuhkan oleh Maresca di dalam skuad.

Sementara itu, dinamika kepemimpinan juga dipengaruhi oleh situasi Rodri. Gelandang asal Spanyol tersebut terus dikaitkan dengan kepindahan ke Barcelona, yang berpotensi menyempitkan persaingan ban kapten jika proses transfer tersebut terealisasi.

Apabila kepindahan Rodri batal terwujud, sang gelandang dipastikan tetap menjadi opsi utama di barisan pemimpin tim. Meski demikian, Haaland diperkirakan tetap fokus mengemban peran utamanya sebagai mesin gol tanpa beban tugas sebagai kapten utama tim.

Editors Team
Daisy Floren

What's Your Reaction?

  • Like
    0
    Like
  • Dislike
    0
    Dislike
  • Funny
    0
    Funny
  • Angry
    0
    Angry
  • Sad
    0
    Sad
  • Wow
    0
    Wow

Most viewed